Belajar Trading Aset Digital (Kripto) sebagai Model Investasi Baru

Selayang Pandang tentang Cryptocurrency

Cryptocurrency atau mata uang Digital adalah salah satu pilihan investasi paling popular untuk tahun 2022 ini. Menurut Wakil Menteri Perdagangan Indonesia nilai transaksi cryptocurrency bisa mencapai 65 triliun rupiah pada tahun 2020 saja, sementara itu pengguna terdaftarnya sekitar 3 juta.

Kemudian pada tahun 2021 nilai transaksi mencapai 859 triliun, dan jumlah nasabah yang terdaftar selama tahun 2021 mencapai 11,8 juta. Meski terus berkembang, masih banyak orang yang masih belum paham bagaimana cara memulai trading mata Uang Digital ini.

Cryptocurrency atau aset kripto adalah aset digital yang menggunakan blockchain dengan kriptografi pengamanan yang kuat untuk mengamankan proses jual belinya secara online.

Sedangkan menurut situs resmi Zipmex, perdagangan Mata Uang Ditital adalah aktivitas transaksional dengan menggunakan aset Mata Uang Ditital. Misalnya, pertukaran aset Mata Uang Ditital dengan aset Mata Uang Ditital lainnya, penjualan atau pembelian aset kripto untuk mendapatkan keuntungan.

Untuk dapat memperdagangkan aset kripto, Kamu perlu membuat akun di platform pertukaran dan menyimpan beberapa aset kripto di dompet kripto. Jadi bagaimana Kamu memulai trading cryptocurrency untuk pemula? Laporan Benzing Rabu (16 Maret 2022) menjelaskan cara memulai perdagangan cryptocurrency:

1. Daftarkan akun di platform pertukaran crypto.

Hal pertama yang perlu Kamu lakukan sebagai pemula cryptocurrency adalah membuat akun di platform pertukaran cryptocurrency yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Saat ini ada sekitar 11 pertukaran mata uang kripto yang terdaftar di Bappebti yang dapat Kamu gunakan untuk memulai perdagangan Mata Uang Ditital.

Baca Juga  Rekomendasi Broker Forex Modal Kecil

2. Isi KYC atau Data Diri

Sebagai aturan, setelah mendaftar di salah satu platform pertukaran cryptocurrency, pengguna baru harus menjalani verifikasi di formulir Mengenal Pelanggan atau KYC dan mengisi beberapa data pribadi.

3. Tentukan aset yang ingin Kamu beli

Setelah akun siap dan terdaftar, langkah selanjutnya adalah pengguna memilih aset kripto mana yang akan dibeli dan apa yang ingin dia perdagangkan, seperti Bitcoin, Ethereum, USDT, dan lainnya.

4. Lakukan deposit

Kamu kemudian dapat menyetor ke akun atau platform pertukaran kripto yang Kamu gunakan. Perlu dipahami bahwa metode deposit untuk setiap platform pertukaran tidak selalu sama, sehingga Kamu dapat menyesuaikan metode tergantung pada platform yang Kamu gunakan.

5. Beli aset kripto

Setelah deposit berhasil, Kamu dapat membeli aset kripto yang telah diidentifikasi sejak awal. Cara Kamu membelinya juga tergantung pada platform pertukaran yang Kamu gunakan untuk memperdagangkan mata uang kripto.

6. Jual aset kripto

Tentunya dalam aktivitas trading, selain membeli aset kripto, Kamu juga perlu menjual aset kripto. Oleh karena itu, ketika Kamu ingin menjual aset kripto, Kamu harus mengikuti prosedur penjualan sesuai dengan platform pertukaran yang Kamu gunakan.

Berikut adalah cara memulai trading cryptocurrency untuk pemula. Penting untuk dipahami bahwa berinvestasi dalam cryptocurrency adalah investasi berisiko tinggi. Oleh karena itu, pastikan profil risiko sesuai untuk aset investasi tertentu.

Khusus untuk pemula: hindari takut ketinggalan (FOMO), jangan berinvestasi di kripto hanya untuk bergabung tanpa memahami risiko berinvestasi di kripto. Sebelum Kamu mulai berinvestasi, yang terbaik adalah memahami industri kripto terlebih dahulu.