Loading...

Rossi Sudah Sudah Nyaman Dengan Mesin M1 Saat Ini - Hasil Tes Pramusim MotoGP Malaysia 2019

2:52 PM Add Comment
Valentino Rossi, Tes Pramusim MotoGP Malaysia 2019

Rider Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi mengaku sudah cocok dengan mesin motor M1 saat ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Rossi setelah usai melakoni tes pramusim hari pertama di Sepang pada Rabu kemarin. Dalam tes tersebut, Rossi menempati posisi keenam dengan monerehkan catatan waktu 2 menit 0,054 detik.

Menurut The Doctor, cara pengujian yang dilakukan di Sepang ini berbeda dengan cara yang biasa dia lakukan sebelumnya. Pada tes MotoGP 2018 di Valencia dan Jerez, Yamaha menggunakan 2 mesin berbeda untuk dibandingkan satu sama lainnya.

Valentino Rossi, Tes Pramusim MotoGP Malaysia 2019

Sementara pada Tes Pramusim di Sepang kemarin, Yamaha hanya menggunakan satu mesin saja. Rossi mengakui bahwa mesin yang digunakan oleh motornya sudah lebih baik ketimbang sebelumnya. Rossi cukup puas dengan catatan waktu yang dia dapatkan pada tes hari pertama tersebut.

Rossi mengungkapkan bahwa pada tes pramusim berikutnya di Qatar bakal menggunakan mesin yang sama dengan yang sekarang. Begitu juga ketika balapan nanti dimulai. Sebab Mavercik Vinales juga memiliki performa yang bagus ketika menggunakan mesin Yamaha yang ini.

"Kami bekerja di Jerez dan Valencia dengan dua mesin untuk membandingkan." ungkap Valentino Rossi sebagaimana dilansir dari Okezone pada Kamis (7/2/2019).

"Saya harus mengatakan itu tidak jauh berbeda, namun disini kita tidak harus membandingkan.

"Saya pikir kami akan memiliki mesin di Qatar seperti yang kami miliki saat ini".

Dall'Igna: Marquez Dan Repsol Honda Sangat Ditakuti Ducati

5:25 PM Add Comment
Marquez Dan Repsol Honda Sangat Ditakuti Ducati
Marc Marquez - Repsol Honda. Sumber: Redbull.com
Ketangguhan Marc Marquez di MotoGP memang tidak perlu diragukan lagi. Ketika pertama kali dia naik ke kelas utama, dia langsung menjadi juara pada 2013 lalu. Bahkan di dua musim terakhir, dia berhasil mempertahankan gelar juara dunia.

Ketangguhan Rider Repsol Honda ini juga diakui oleh manajer umum tim Ducati, Gigi Dall'Igna. Karena ketangguhannya itu, Dall'igna merasa kalau Marquez merupakan rider yang harus ditakuti oleh semua rider Ducati, Andrea Dovizioso dan Danillo Petruci.

Andrea Dovizoso memang dalam dua musim terakhir ini  mampu memberikan perlawanan ketat terhadap Marquez. Peningkatan rider Ducati ini sangat pesat dari musim ke musim. Di musim 2017 dan 2019, Dovi mampu berbicara banyak untuk memperebutkan gelar juara dunia.

Lihat juga: Beginilah Strategi Rossi Untuk Mengalahkan Marquez Dan Lorenzo

Tapi, peningkatan signifikan Andrea Dovizioso ini belum mampu menghentikan ketangguhan Marc Marquez. Kita bisa lihat sendiri bahwa Dovi selalu gagal untuk mengalahkan Marquez dalam hal perebutan gelar juara dunia.

Dalam dua musim terakhir ini, Marc Marquez berhasil mendominasi kelas MotoGP dengan menyabet gelar juara dunia. Sementara itu, Dovizioso hanya mampu mengakhiri musim sebagai runner up saja. Bahkan perbedaan poin antara Marquez - Dovi sangat jauh di MotoGP 2018 lalu.

Oleh sebab itulah pengawasan khusus diberikan oleh Ducati terhadap Marquez dan timnya, Repsol Honda di sepanjang MotoGP 2019. Hal ini wajib dilakukan oleh Ducati jika memang mereka tak ingin menyandang status sebagai runner up. Gelar juara tentu menjadi target utama tim asal Italia tersebut.

"Andrea [Dovizioso] telah berkembang pesat dan sekaran dia tidak merasakan tekanan lagi. Tapi, tidak hanya dia, sekarang seluruh tim, para pembalap dan teknisi mendayung  ke arah yang sama." ujar Dall'Igna sebagaimana dilansir dari Tuttormotoriweb pada Rabu (6/2/2018).

"Honda membuat saya takut Marquez adalah rider yang harus ditakuti."

Di MotoGP 2019 ini, Repsol Honda menjadi tim impian karena dihuni oleh dua rider juara dunia semua, yaitu Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Tapi, apakah dengan bergabungnya Lorenzo ini akan membuat tim menjadi semakin ganas atau malah sebaliknya. Khsusus Lorenzo, dia mungkin butuh waktu yang relatif lama supaya bisa beradaptasi dengan motor.

Beginilah Strategi Rossi Untuk Mengalahkan Marquez Dan Lorenzo

4:10 PM Add Comment

Di MotoGP 2019, tim Repsol Honda bakal diperkuat oleh dua rider papan atas, yakni Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Kedua rider ini sudah pernah merasakan beberapa kali juara dunia MotoGP. Tak khayal kalau tim ini disebut sebagai tim impian di MotoGP 2019.

Di MotoGP 2019 nanti, Marquez dan Lorenzo bakal berada dalam garasi yang sama, yakni Repsol Honda. Hal ini banyak yang menganggap kalau duet maut ini bakal menyulitkan pembalap lainnya untuk bersaing, diantaranya adalah dua rider Monster Energy, Valentino Rossi dan Maverick Vinales.

Nah, menjelang MotoGP 2019 ini, Valentino Rossi melontarkan candaan sekaligus psywar bagi Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Menurut The Doctor, kedua rider ini harus berpikir ekstra supaya bisa mengalahkannya nanti.

"Hmm bagaimana rencana saya menghadapi Marquez dan Lorenzo? Saya pikir lebih baik mereka yang harus memikirkan rencananya untuk menghadapi The Doctor,"

"Begini, mereka adalah tim yang sulit dikalahkan. Sebab, line-up-nya diisi Marquez dan Lorenzo. Tapi, saya dan Vinales juga bisa kuat di atas dalam tes sebelumnya. Kami bisa bersaing dan bisa menghadapi keduanya," dia menambahkan.

Lihat juga: Inilah Penampakan Helm Valentino Rossi Untuk Tes Pramusim MotoGP 2019

Di MotoGP 2018 lalu, Rossi maupun Vinales sangat keteteran untuk mengalahkan Marc Marquez. Tapi, di MotoGP 2019 kondisinya sangat berbeda. Pergantian sponsor dari Movistar Yamaha menjadi Monster Energy mungkin juga akan berpengaruh.

Kita perhatikan saja, apakah Rossi bisa mengalahkan dua rider Repsol Honda tersebut.

Baca juga: Inilah Penampakan Helm Valentino Rossi Untuk Tes Pramusim MotoGP 2019

Inilah Penampakan Helm Valentino Rossi Untuk Tes Pramusim MotoGP 2019

3:09 PM Add Comment
Helm Valentino Rossi 2019
Helm Valentino Rossi 2019

Helm Pista GP R miliki Valentino Rossi dirilis berberangan dengan tes Pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysa pada Rabu (6/2/2019). Helm baru ini  menampilkan warna-warna neon seperti kuning, hijau, fuchsia dan orangi. Logo matahari dan bulan pun masih tetap ada. Namun yang membedakannya adalah gaya di bagian depan shell dengan garis biru tipis.

Tak perlu bertanya siapakah desainernya, Helm Pista GP R ini didesain oleh Aldo Drudi. Dia merupakan sosok yang sudah dipercaya Rossi untuk mendesain seluruh helm-helm Rosi selama 20 tahun lebih.

Desain ini tentu saja akan membuat helm Rossi terlihat lebih cerah dan menarik ketika dirinya beraksi di dalam maupun di luar lintasan. Sapuan kuas yang tumpang tindih, kemudian dipasangkan dengan nomor 46, serta dilukis dengan tangan bebas mampu menimbulkan kesan dinamis yang menonjol.

Helm Valentino Rossi 2019

Helm ini khusus digunakan Rossi untuk tes pramusim dan tes 2019 saja. Hal ini sebenarnya sudah dia ungkapkan pada peluncuruan motor barunya di Jakarta Senin lalu. Dia sempat mengatkaan kalau dirinya akan tampil dengan helm baru di tes Sepang pekan ini.

"Di Sepang nanti saya akan punya helm baru yang dirancang oleh Aldo Drudi yang akan saya gunakan untuk tes tahun ini. Anda akan melihat itu dan desainnya sangat baru, artistik, dan saya pikir itu sangat keren," ujar Rossi sebagaimana dilansir dari Crash.net

Helm Valentino Rossi 2019

Helm Valentino Rossi 2019

Helm baru ini akan digunakan Rossi hanya pada tes pramusim di Malaysia dan Qatar, serta beberapa tes tengah musim nanti. Untuk balapan pertama di Qatar nanti, Rossi akan kembali menggunakan helm resminya.

"Helm untuk balap tahun ini akan tetap sangat mirip dengan helm tahun lalu. Mungkin beberapa modifikasi kecil, tetapi sangat mirip; biru dan kuning," lanjut Rossi.

Rossi akan menjalani tes pramusim MotoGP di sirkuti Sepang Malaysia. Bersama dengan Maverick Vinales, Rossi akan menunggangi motor YZR-M1 model terbaru setelah menggandeng sponsor anya, Monster Energy.

Sky Racing Team VR46 Rossi Bakal Bersenag-senang Di Kelas Moto2 dan Moto3 2019

12:58 PM Add Comment
Valentino Rossi
Valentino Rossi
Valentino Rossi sangat antusias dalam menanti kiprah timnya, Sky Racing Team VR46 di Moto2 dan Moto3 2019. The Doctor yakin bahwa para ridernya bisa bersaing untuk memperebutkan gelar juara dunia.

Sky Racing Team VR46 telah resmi meluncurkan tim Moto2 dan Moto3 untuk musim 2019 pada Jumat (1/2/2019) di Milan. Luca Marini yang merupakan adik tiri Rossi, dan Nicolo Bulega akan mengemban tugas berat di kelas Moto 2. Mereka berdua diharapkan bisa mengikuti jejak Francesco Bagnaia yang berhasil naik ke kelas tertinggi MotoGP 2019. Di MotoGP, Bagnaia akan memperkuat Octo Pramac Ducati.

Sementara di kelas Moto3, Dennis Foggia juga mengemban tanggung jawab berat seperti Luca Marini di kelas Moto2. Foggia bakal didampingi oleh Celestino Vietti. Mereka berdua berharap bisa bersaing dalam memperebutkan gelar juara dunia.

Sky Racing Team VR46
Sky Racing Team VR46
Sebenarnya Sky Racing Team VR46 ini telah melakukan peluncuran tim pada 13 Desember 2018 lalu. Waktu itu, keempat rider tim ini ikut serta dalam acara pencarian bakat, X-Factor Italia. Bahkan motor yang bakal digunakan musim ini pun sudah ditampilkan pada ajang tersebut.

Untuk kelas Moto2, motor Sky Racing VR46 bakal menggunakan sasis Kalex. Sementara untuk mesin akan menggunakan Triumph yang resmi menggantikan mesin Honda pada 2019. Sementara di kelas Moto3, motor KTM RC 250 akan tetap digunakan oleh tim bentukan Valentino Rossi ini.

Livery motor yang akan digunakan oleh Sky Racing VR46 berbeda dengan livery motor pada 2018. Perubahan terletak pada bagian bodi atas motor. Musim lalu, bagian ini hanya didominasi oleh dua warna saja (hitam dan biru). Nah musim ini, bodi bagian atas didominasi 3 warna yaitu hitam, biru, dan silver. Bagian atas jok, bodi bawah jok, dan sebagian ekor motor menggunakan warna silver.

Sky Racing Team VR46
Sky Racing Team VR46
Rossi percaya bahwa para ridernya ini bisa menjalani musim 2019 dengan sangat bagus, karena timnya berhasil bertahan di ajang MotoGP. Dia juga bakal berusaha untuk memberikan perlengkapan terbaik supaya anak-anak didikanya bisa tampil optimal.

"Ayo, kita bersenang-senang. Tahun lalu adalah tahun yang fantastis, tapi kita harus memikirkan yang berikutnya, di mana kita akan mencoba bertarung untuk memenangi kejuaraan," kata Rossi dalam pesan video yang dikutip Detik.com pada Minggu (2/3/2019).

"Kita harus jadi protagonis, kita tak kekurangan apapun. Tim masih tetap sama dan itu tidaklah mudah. Ini adalah sebuah poin penting," imbuhnya.

Kita nantikan saja apakah anak-anak didik Valentino Rossi ini bisa mendominasi kelas Moto2 dan Moto2..

Marini Minta Rossi Pensiun Di Usia 46 Tahun, Sesuai Dengan Nomor Andalannya

1:03 PM Add Comment
Valentino Rossi, MotoGP 2019
Valetino Rossi. Sumber: MotoGP
Luca Marini (Sky Racing VR46) akan menjalani tahun keempatnya di kelas Moto2, bahkan dia juga menjadi rider favorit untuk menjadi jawara Moto2 2019. Peluangnya untuk naik ke kelas MotoGP juga sangat terbuka lebar. Bahkan dia sendiri sangat menginginkan bersaing dengan sang kakak di kelas utama, Valentino Rossi.

Marini tak menyangka kalau kakaknya bisa memiliki karier yang panjang di ajang GP, dan kini dia tak ingin Valentino Rossi untuk pensiun dalam waktu dekat. Sementara itu, kontrak Rossi dengan Monster Energy Yamaha bakal berakhir pada akhir tahun 2020 ketika Rossi berusia 41 tahun.

Rossi akan genap berusia 40 tahun pada 16 Februari mendatang. Dia sempat mengakui bahwa kontraknya bersama Yamaha akan berkahir atau tidak. Tapi, dia menegaskan kalau dirinya ingin terus membalap selama dirinya punya motivasi yang tinggi.

Luca Marini yang saat ini tengah berusia 21 tahun mengakji telah memohon pada kakaknya untuk terus membalap hingga usia 46 tahun. Tahun itu sesuai dengan nomor andalannya, 46. Menurutnya, MotoGP tidak bakal punya atmosfer tinggi jika Rossi sudah pensiun.

Beberapa hari lagi, Vale akan berulang tahun yang ke-40. Saya sudah katakan padanya untuk tetap balapan sampai usia 46 tahun. Setelahnya, barulah ia boleh pensiun. Saat ia pensiun nanti, paddock takkan lagi sama tanpanya," ungkap Marini sebagaimana dilansir dari Bola.net pada Sabtu (2/2/2019).

Luca Marini, Moto2 2019
Luca Marini. Sumber: Maniakmotor
Marini juga tidak ingin balapan bersama Rossi di kelas Utama MotoGP dalam waktu cepat. Sebab dia sendiri perlu beradaptasi tak biasa di kelas Moto2 musim ini. Hal ini disebabkan karena Triumph menggantikan Honda sebagai suplier tunggal mesin untuk kelas intermediete. Dia juga tak ingin naik ke kelas MotoGP dengan mengatasnamakan sang kakak.

"Kemungkinan kami akan jadi rival jelas sangat menyenangkan. Tapi saya tak mau ambil pilihan berisiko hanya demi menjadi rival Vale tahun depan dan mengancam karier saya sendiri. Saya ingin ke MotoGP, tapi saya ingin melakukannya pada waktu yang tepat, bersama tim dan motor yang kompetitif. Saya ingin benar-benar mendapat kesempatan itu dari usaha saya di Moto2," tutup Marini.

Meski Dapat Penghargaan Sebagai Pecundang, Rossi Tetap Tertawa

4:19 PM Add Comment
Valentino Rossi
Valentino Rossi
MotoGP - 2018 memang menjadi musim yang sangat suram bagi Valentino Rossi. Rossi menutup musim ini tanpa satu pun kemenangan. Bahkan 2018 menjadi musim terburuk bari Rossi di Movistar Yamaha.

Di sepanjang musim 2018, Rossi tak pernah sekalipun menorehkan kemenangan. Ia hanya mampu lima kali naik podium. Prestasi terbaiknya adalah menjadi runner up di GP Jerman.

Nah, karena disebut gagal di MotoGP 2018, Rossi tetap mendapat penghargaan. Dia dinobatkan sebagai 'pecundang' di tahun 2018 olah salah satu acara televisi di Italia.

Rossi dihadiahi Tapiro d'Oro (Tapir Emas) oleh acara televisi terkenal di Italia,Stricia La Notizia. Tapiro d'Oro merupakan penghargaan satire yang diberikan kepada figur publik yang sedang berada dalam momen-momen buruk.

Meskipun mendapat penghargaan itu, Rossi tetap masih tetap menerimanya dengan candaan. Ia tetap tertawa untuk menerima penghargaan sebagai pecundang. Meskipun begitu, ia tetap mengungkapkan rasa kekecewaannya karena tak pernah menang di MotoGP 2018.

"Luar biasa saya menyia-nyiakan salah satu tahun terbaik saya sebagai pebalap dengan motor seperti itu, kurang kompetitif," ucap Rossi seperti dikabarkan AS.

"Itu adalah musim yang sulit, saya tidak menang satu balapan pun, dan saya sangat menyesal," imbuhnya.

Yaaa, semoga saja di musim ini The Doctor bisa kompetitif seperti dulu lagi. Banyak fansnya yang menantikan gelar ke-10nya Rossi ni. Kita juga berharap semoga M1 juga bisa kembali pulih seperti dulu.


Baca juga:





Sempat Dipuji Banyak Orang, Anak Didik Valentino Rossi Ini Tetap Rendah Hati

3:37 PM Add Comment
Marco Bezzecchi - Red Bull KTM Tech 3
Moto2 - Marco Bezzecchi berhasil menempati posisi ketiga pada klasemen akhir Moto3 2018. Dan tahun ini, dia akan naik tahta ke Moto2 bersama Red Bull KTM Tech 3. Rider asal Italia juga mengakui kalau dirinya tak percaya bakal mengalami masa-masa menyenangkan sekaligus juga menegangkan selama dirinya terjun di Grand Prix 2 tahun silam.

Marco Bezzecchi merupakan anak didik dari Valentino Rossi di VR46 Rider Academy. Ia menjalani debutnya di MotoGP pada 2017 bersama tim CIP. Di tahun pertamanya, dia hanya mampu mengakhiri musim di posisi ke-23.

Di tahun kedua, Bezzecchi pindah ke tim Redox Prustel GP dengan mengendarai motor KTM. Nah, prestasinya di tahun kedua menanjak drastis dimana dia berhasil menempati posisi ketiga di klasemen akhir Moto3.

Bersama dengan Jorge Martin, Bezzechi berhasil menyabet 9 podium dan 3 kemangan. Kedua rider ini saling bergantian di puncak klasemen Moto3. Di seri terakhir GP Valencia, Bezzecchi memiliki peluang untuk mengakhiri musim di posisi runner-up.

Tapi, nasib tak baik mengahampirinya di Valencia. Bezzecchi mengalami 2 kali crash dan harus finis di urutan ke-20. Dengan hasi lini, posisi runner di klasemen harus jatuh ke tangan Fabio Quartararo.

"Sungguh impresif jika melihat diri saya pada 2017. Tak ada orang yang mau bertaruh sepeser euro pun untuk saya! Saya bisa katakan kami telah bekerja dengan sangat baik, dan saya senang bisa membayar dukungan yang diberikan orang-orang terdekat saya, terutama ayah saya," ujar Bezzecchi kepada Motosprint.

Prestasinya di musim kedua di kelas Moto3 membuat Bezzecchi berhasil mengharumkan negaranya sendiri, Italia. Bahkan dia mendapat perhatian dari banyak orang di Italia. Tapi, Bezzecchi mengakui kalau dirinya tak ingin terlena dengan pujian itu dan harus tetap rendah hati.

"Anda bisa terlena dengan mudah jika mendapat banyak perhatian seperti saya tahun lalu. Kini semua orang mewawancarai saya, bahkan walikota (Rimini) mengadakan pesta untuk saya. 

Tapi jika Anda menjalani dua balapan buruk, Anda langsung banjir kritik tajam. Saya memang pebalap profesional, tapi semua saya mulai dari nol,

Sikat rendah hati yang dimiliki oleh Bezzecchi tentu harus ia bawa ke kelas Moto2. Da yakin bahwa sikap baiknya ini bisa mempengaruhi mentalitasnya ketika balapan. Pada uji coba di Jerez November lalu, dia hanya mampu duduk di posisi ke-25.

Tapi ini wajar saja mengingat dia juga masih belum beradaptasi dengan motor barunya. Dengan demikain, pada 2 tes yang akan datang, dia harus benar-benar fokus pada adaptasi motor. 

"Usai semusim penuh berada di depan, sungguh aneh melihat nama saya ada di posisi bawah daftar catatan waktu. 

Tapi Triumph mesin yang hebat, terutama soal akselerasi. Bannya sangat berbeda dengan Moto3, terutama usianya, jadi Anda punya banyak waktu untuk mencari catatan yang baik. Motor ini lebih besar dan sensitif pada pergerakan tubuh,

Meskipun Bezzecchi ini tak berhasil menjadi juara di kelas Moto3, tapi dia yakin kalau sekarang adalah waktu yang tepat baginya untuk naik kelas ke kelas intermediet. 

"Saya rasa ini waktu yang tepat untuk naik ke Moto2, meski saya punya kesempatan bertahan di Moto3. Mesin Triumph dan elektronik baru membuat semua orang memulai nyaris dari nol, dan ketertinggalan para debutan jelas bakal lebih kecil," tutupnya.

Baca juga: