Marquez sering Tampil Nekat, Dall'Igna: 'Dovi Masih Berpeluang Juara Dunia'

Marquez sering Tampil Nekat, Dall'Igna: 'Dovi Masih Berpeluang Juara Dunia'

MotoGP, Wartasport.com - Kejuaraan MotoGP 2017 tinggal tersisa 4 seri lagi. Di antara sekian banyak pembalap, hanya ada pembalap yang saat ini memiliki peluang besar untuk merebut gelar juara dunia musim ini. Kedua pembalap itu adalah Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati Team).

Saat ini Marc Marquez berpeluang lebih besar ketimbang Dovi dalam meraih gelar juara dunia mengingat saat ini Marquez tengah berada di posisi puncak klasemen. The Baby Alien mengumpulkan 224 poin dan unggul 16 poin dari Dovi yang mengumpulkan 208 poin.

Dengan nilai selisih poin tersebut, bisa dikatakan tidak terlalu besar dan masih memungkinkan bagi keduanya untuk merengkuh gelar juara dunia. Segala kemungkinan tersebut bisa kita lihat dalam empat balapan yang tersisa, termasuk seri berikutnya yang akan berlangsung di Motegi, Jepang.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Bos Ducati, Gigi Dall’Igna yang menyebutkan bahwa Dovi masih memiliki peluang besar untuk bisa mendepak Marquez di posisi puncak klasemen. 

Dall’Igna menilai Marquez merupakan seorang rider yang selalu berani dalam mengambil resiko. Menurutnya, ia kerap kali tidak memperhitungkan risiko akan terjadinya kecelakaan. Ia selalu melakukan itu karena yang ia inginkan adalah hasil yang memuaskan.

Salah satu yang menjadi bukti dari pernyataan Dall’Igna adalah ketika Marquez balapan di Aragon. Marquez mengalami dua kali kecelakaan pada GP Aragon tersebut, yakni pada latihan bebas dan kualifikasi.

Dall’Igna menilai aksi nekat yang dimiliki oleh Marquez tersebut bisa dijadikan keuntungan bagi Dovi. Apabila Marquez satu kali saja terkena efek nekatnya tersebut, maka tak menutup kemungkinan posisinya akan disalip oleh Dovi.

"Mac [Marquez] merupakan pembalap yang selalu mengambil banyak resiko, dan hanya menginginkan hasil. Berurusan dengan orang seperti ini menjadi sulit, seperti yang telah kita lihat." ujar Dall’Igna yang dlansir dari Bike Sport News pada Jumat (29/09/2017).

"Saya tidak berpikir dia memiliki jarak yang jauh, dan untuk alasan ini dia mengambil risiko. Seseorang yang membuat sangat banyak kesalahan selalu memacu motornya hingga mendekati batas." tandasnya.

Previous
Next Post »