Analisis MotoGP Inggris 2017: Akibat Terlalu Lama Slipstream, Mesin RC213V Marquez Jebol

Analisis MotoGP Inggris 2017: Akibat Terlalu Lama Slipstream, Mesin RC213V Marquez Jebol

Pada perhelatan MotoGP Inggris minggu kemarin (27/08), motor RC213V milik Marc Marquez (Repsol Honda) jebol. Banyak para analis pakar dan komentator MotoGP yang membahas mengapa mesin itu bisa jebol dan berasap.

Mereka memaparkan bahwa jebolnya mesin motor Marc Marquez adalah karena efek slipstream. Marquez terlalu lama dalam melakukan teknik slipstream ini, akibatnya motor tidak mendapatkan asupan udara yang segar dari depannya, ditambah lagi motor digeber habis dengan kecepAkibatan 300 km/jam. Maka dari itu kinerja pendinginan mesin mesti optimal.

Dalam uraian di atas kita tahu bahwa Marquez menggunakan teknik slipstream dalam balapan MotoGP Inggris tersebut. Sebenarnya apa sih teknik slipstream itu? Berikut kami akan berikan sedikit penjelasan mengenai teknik ini dan semoga saja bermanfaat.

Slipteream atau juga biasa disebut “mencuri angin” merupakan salah satu teknik yang sering digunakan dalam balapan. Kenapa bisa disebut mencuri angin? Hal itu dikarenakan motor terlalu banyak merasakan efek hempasan angin karena sudah tertutupi oleh kendaraan lain yan berada di depannya. 

Jadi slipstream merupakan teknik menguntit atau mengikuti kendaraan lain yang berada di depannya dengan jarak yang cukup dekat. Biasanya motor yang dibuntuti memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang ada di depannya. Kenapa bisa seperti itu?

Hal itu diakibatkan saat seorang rider dalam posisi melawan udara atau angin, maka kecepatannya akan berkurang seiring dengan kecepatan angin yang kita lawan. Untuk menghindari hambatan udara (akibat motor bertubrukan dengan udara tersebut), biasanya ia mengikuti motor lain yang berada di depannya.

Secara fisika, slipstream yaitu memanfaatkan efek turbulensi di belakang kendaraan yang kita ikuti meskipun ada konsekuensi dibalik tindakan tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah.

Analisis MotoGP Inggris 2017: Akibat Terlalu Lama Slipstream, Mesin RC213V Marquez Jebol

Dalam dunia balapan teknik slipstream digunakan apabila motor yang membuntuti memiliki power yang lebih ‘lambat’ dibandingkan dengan motor di buntuti. Lalu siapa yang akan menang diantara kedua motor itu?

Tentu saja motor yang memiliki power yang lebih lambat. Kenapa bisa demikian? karena teknik slipstream bisa meningkatkan kecepatan motor saat sudah mencapai batasnya tetapi karena hambatan angin dikurangi, kecepatan motor akan meningkat lagi karena efek turbulensi.

Dalam dunia balapan mobil atau motor, rider yang berada di belakang akan menggunakan teknik slipstream untuk meningkatkan kecepatan motornya, sebelum akhirnya ia memanfaatkannya untuk menyalip lain yang berada di depannya.

Oleh karena itu, teknik slipstram merupakan salah satu bagian penting dari MotoGP, dimana kecepatan motor bisa menembus 350 km/jam dalam trek yang lurus.

Situs resmi MotoGP memiliki definisi khusus mengenai slipstram dala glosarinya, yaitu.

“Melakukan slipstream adalah tindakan mengikuti pembalap lain di lintasan lurus dan memanfaatkan udara di sekitar mereka untuk mengambil keuntungan, dengan menciptakan momentum untuk menyalip di area bertekanan lebih rendah di belakang pembalap lain itu.”

Teknik slipstream bukan hanya menguntungkan karena ‘hambatan angin berkurang’, namun teknik ini memiliki keuntungan lainnya, diantaranya:

Hemat BBM
Teknik Slipstream bisa menghemat BBM karena power motor tidak keluar sepenuhnya sehingga asupan BBM juga juga tidak terlalu banyak dipakai. Meskipun power motor tersebut tidak digunakan maksimal, namun kecepatannya tinggi karena tidak ada hambatan angin.

Hemat Ban
Efek downforce (gaya tekan ke bawah) yang ditimbulkan motor saat menggunakan teknik slipstream tidak terlalu tinggi. Sehingga roda tidak terlalu menempel ke ban.


Dibalik semua itu, teknik slipstream juga memiliki kerugian, terutama efek yang paling besarnya ialah kecelakaan. Jika pengendara sembrono dalam melakukan teknik ini, nyawa adalah taruhannya. Faktor konsentrasi sangat penting karena jarak dengan motor di depannya bakal sepersekian detik.

Tidak hanya itu, mesin motor juga tidak mendapatkan asupan udara yang tidak segar. Akibatnya, kinerja pendingin mesin tidak bekerja secara optimal, seperti pada kasus Marquez di MotoGP Inggris.

Begitulah penjelasan kami mengenai teknik slipstream yang digunakan oleh para pembalap di lintasan. Mohon maaf apabila penjelasannya kurang lengkap.

Lihat juga: Hasil MotoGP Inggris 2017 - Klasemen Terbaru MotoGP Usai GP Silverstone, Inggris 2017

Previous
Next Post »