Kabar Terbaru MotoGP: Hadiah Spesial buat Lorenzo

Kabar Terbaru MotoGP: Hadiah Spesial buag Lorenzo

Lorenzo berhasil meraih podium pertamanya musim ini di sirkuit Jerez, Spanyol pada Minggu (07/05/2017). Kemenangan ini tentunya merupakan kado spesial bagi dirinya yang baru saja menginjak usia yang ke-30. Tidak hanya itu, raihan podium ini juga merupakan tamparan bagi semua orang yang meragukan kemampuannya bersama tim Ducati.

Jorge Lorenzo membutuhkan waktu yang empat seri untuk bisa tampil meraih podium tahun ini. Ia menampilkan performa apiknya saat menjalani sesi latihan bebas, meskipun saat menjalani babak kualifikasi ia finis di posisi kedelapan. Hal ini tentunya banyak orang yang tertegun dengan performanya saat itu, yang sebelumnya banyak yang meragukan penampilan dirinya bersama Ducati.

Mengawali start balapan dari posisi kedelapan, Lorenzo berhasil melahap 27 lap sirkuit Jerez tanpa mengalami kesulitan yang berarti. Jack Miller merupakan pembalap pertama yang ia salip, kemudian mantan rekan setimnya dahulu sewaktu di Movistar Yamaha, Valentino Rossi, berhasil juga ia salip. X-Fuera berhasil merebut posisi ketiga dari rookie MotoGP musim ini, Johann Zarco di lap ke-12.

“Kado terbaik yang pernah ada. Tidak ada yang lebh baik dari kado terbaik untuk ulang tahu ke-30. Ini lebih dari kemenangan bersama Yamaha, karena semua orang tahu bagaimana sulitnya kami untuk kompetitif di trek kering dan di trek seperti Jerez dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Lorenzo yang dikutip dari Motorsport pada Minggu (07/05).

Lorenzo mengungkapkan bahwa raihan podium merupkan hasil di luar dugaan mengingat target utamanya adalah finis di posisi keempat atau kelima. Ia juga mengakui bahwa babak kulifikasi memiliki sedikit kesulitan sehingga di harus start dari posisi ke-8 saat balapan. Dengan demikian dirinya langsung kaget dengan hasil yang dirah saat balapan.

“Jerez adalah salah satu trek favorit aya. Kami sudah cukup kuat dalam semua sesi sepanjang akhir pekan, terlepas dari kesulitan yang mana kami sedikit kesulitan. Jadi, saya tahu puna kecepatang untuk bertarung. Mungkin bukan untuk podium, tapi posisi kelima atau keenam.” Lanjut Lorenzo.

Kondisi trek yang panas membuat sebagian pembalap tak dapat sesuai dengan kondisi seperti ini. Dengan demikian, ini merupakan sasaran empuk bagi Lorenzo untuk segera menyalipnya. Namun Lorenzo mengakui dirinya begitu sulit untuk menyalip Zarco. Meskipun ia berhasil menyalipnya, Lorenzo sangat kesulitan untuk menjauh dari Zarco.

“Lalu, tanpa diduga, saya mulai menyalip para pembalap. Race pace cukup lambat karena cuaca panas. Saya bisa menyalip sedikit demi sedikit dan bertahan di belakang Zarco. Ketika saya menyalip dia, sulit untuk menjauh. Akhirnya, pada lap terakhir, mungkin karena ban sedikit lebih baik, saya bisa menjauh, serta menikmati hasil yang sangat bagus.”

Hasil yang diraih Lorenzo di seri keempat sirkuit Jerez merupakan perkembangan yang sangat pesat bagi dirinya bersama tim Ducati. Jika kita menilik dari tiga seri sebelumnya (Qatar, Argentina dan Amerika) Lorenzo begitu kesulitan untuk mengendalikan Desmosedici. Lorenzo mengakui bahwa faktor kombinasi dari banyak hal yang merupakan kunci di balik kesuksesannya meraih podium.

“Tapi Anda tahu, butuh waktu lama bagi saya untuk memahami hal-hal tertent di kategori lain dan dengan motor ini sama saja bukan? Anda jangan meragukan tentang gaya balap dan mentalitas saya. Beberapa orang melakukannya.”

Raihan podium merupakan poin berharga bagi Lorenzo untuk membuktikan mentalitasnya sebagai pembalap. Bagaimana tidak, banyak orang yang mengkritik dan bahkan meragukan kemampuan Lorenzo bersama Ducati. Jadi hasil ini merupakan jawaban dari Lorenzo untuk semua orang yang meragukan dirinya dan juga menunjukkan mentalitasnya sebagai seorang pembalap.

“Mereka berbicara terlalu awal dan akhirnya mereka harus menjilat ludah sendiri. Anda tidak boleh meragukan setiap pembalap di kejuaraan ini, karena semua pembalap yang datang angat bagus dan bisa berada di depan, terutama pembalapyang telah memenangi banyak balapan dan gelar juara.”

Lorenzo mengakui bahwa motornya masih memiliki masalah yang harus segera ia sesuaikan walaupun ia berhasil meraih podium. Rem belakang merupakan problema bagi dirinya karena ia tak begitu terbisa dengan penggunaan rem belakang. Dengan demikian, ia mengaku kesulitan saat melewati tikungan. Sepanjang karirnya di MotoGP, Lorenzo belum sama sekali menggunakan rem belakang. Jadi ia harus beradaptasi untuk menggunakannya bersama Ducati.

Saya merasa belum alami memakai rem belakang. Tapi setiap lap yang saya tempuh terasa lebih alami. Cepat atau lambat, aya akan menjadi alami mengndarai motor seperti ini, karena selama Sembilan tahun terakhir tidak memakai rem belakang dan tidak sliding ketika masuk tikungan.”

“Saya perlu membiasakan diri untuk memakai rem belakang sampai motor berubah. Dan mungkin jika motor berubah saya akan tetap memakainya.” 

Lorenzo akan seger mencari solusi untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh Desmosedici untuk tampil lebih kompetitif lagi di seri-seri selanjutnya.

“Anda harus selalu mencari cara untuk memaksimalkan potensi motor, dan setiap motor menuntut cara yang berbeda untuk menjadi kompetitif.” Tungkas Lorenzo.

Previous
Next Post »