Stoner: Rossi Telah Ingkar Janji

Stoner: Rossi telah ingkar janji

Stoner akhirnya berkomentar mengenai perpindahan Rossi dari Ducato krle Yamaha musim 2013 silam. Menurutnya, Rossi ingkar janji kepada Ducati, dimana Rossi sebelumnya telah berjanji akan membawa Ducati meraih gelar juara dunia MotoGP.

Hengkangnya Rossi sudah membuat Stoner berprihatin terhadap Ducati. Stoner yang sudah menoreh gelar juara duni MotoGP 2007 silam bersama Yamaha, sudah jelas bajwa Rossi merusak citra baik Ducati. Pasalnya, Rossi yang selalu komplain akan Motor Ducati hingga ia hengkang ke Yamaha.

Rossi memutuskan untuk hengkang dari Ducati, setelah dirinya tampil mengecewakan sejak dirinya bergabung bersama Ducati di tahun 2011. Sebenarnya, Rossi dan bos krunya, Jeremy Burgess, telah yakin bahwa masalah front end Desmosedici lama bisa disembuhkan. Rossi fan Burgess mengatakan Stoner terlalu banyak mengeluh dengan kuda besinya yang membawa dirinya merengkuh gelar dunia peetamanya.

"Saya hanya merasa sangat prihatin dengan Ducati karena dia pergi ke sana dan tidak melakukan apapun selain komplain mengenai motor, dan tentu saja mereka sekarang memiliki sebuah motor yang bisa bekerja dengan baik, karena dia selalu dikalahkan Nicky Hayden dan Hector (Barbera), dan tak ada yang bisa dibanggakan." ucap Stoner yang dikutip dari MCN.

"Kami mendengarkan semuanya ini tentang bagaimana dia pergi untuk memimpin Ducati mencapai kebesaran dan kami tidak melihat hasilnya."

"Mereka sudah memakan kata-katanya sendiri sejak hari pertama. Jerry mengatakan bahwa dia hanya perlu waktu 80 detik untuk mengatasi persoalan motor dan itu merupakan masalah yang mudah. Nyatanya, sekarang mereka sudah menghabiskan waktu hampir dua tahun tetapi tak ada yang berhasil."

"Valentino mencapai hasil terbaik dalam balapan setengah kering di seri pertamanya bersama Ducati dengan kondisi cedera bahu, dan saya tidak melihat adanya perubahan selama dua tahun dan ini mengecewakan."

"Saya merasa kasihan dengan orang-orang yang berada di belakang motor itu. Valentino pasti tak ingin mendorong sampai limit dan mengendarai motor itu tidak sempurna. Dia sudah mengakui itu. Jika sebelumnya dia memiliki motor yang sudah bagus di Yamaha, dan dia tidak mendorongnya ketika motor tidak sempurna, maka Tuhan tahu bagaimana bagusnya motor itu."

"Jelas, dia tidak ingin berusaha keras bersama Ducati. Tentu saja mengecewakan bagi mereka yang sudah berusaha semampunya, dan dia bahkan tidak mencoba untuk meraih yang terbaik."

"Sudah terlihat jelas bahwa dia tidak bisa menang bersama Ducati dan membuatnya kompetitif, sehingga dia melihat keluar sebagai pilihan utama. Dia pernah mengatakan ingin mengakhiri kariernya bersama mereka, tetapi sekarang dia malah pindah," pungkas Stoner.
Previous
Next Post »