Marc Marquez, Pembalap yang 'Anti Kritikan'


Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, nampaknya telah kembali mengulangi kebiasaan lamanya dalam balapan, yakni mengendarai motor yang dapat membahayakan dirinya. Hal itu terlihat dari mengendarai motor RC213V dengan kecepatan penuh di ajang seri kedua MotoGp Argentina akhir pekan lalu.


Akibatnya, marquez harus membayar semua aksi kebiasaanya itu dengan insiden yang membahayakan keselamatan dirinya. Hal itu terjadi ketika dirinya terjatuh di lap kedua dan membuat dirinya gagal finis.

Kendati demikian, ia enggan membicarakan dirinya yang gagal finis dan tidak mendapatkan poin. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah acara di Sao Paulo, Brazil, yang disponsori oleh Honda. Sikapnya yang demikian membuat pembalap asal Spanyol tersrbut dicap sebagai pembalap 'anti kritikan'.

"Dalam karier olahraga Anda selalu memiliki situasi yang baik dan sulit. Tapi saya tidak suka berbicara tentang hal buruk. Ada saat-saat Anda harus mencoba untuk belajar dan meningkatkan performa. Kami berada tepat di awal tahun lalu dan kami menang. Tapi tahun ini kami tidak memulai dengan cara yang terbaik," ujar Marquez, yang dukutip dari Motorsport.

Marquez menambahkan bahwa balapan masih menyisahkan 16 seri lagi. Masih ada peluang dirinya untuk memperbauki performanya dan sekaligus mempertahankan gelar juara dunianya di musim ini.
Usai seri kedua GP Argentina, Marquez kini berada di posisi delapan klasemen sementara MotoGP 2017. Point yang ia peroleh masih jauh dari sang pemuncak klasemen, Maverick Vinales.

"Saya sekarang berada di posisi kedelapan dalam klasemen. Tapi ini penting untuk mengetahui bahwa tingkat kami adalah baik, karena kami jatuh di Argentina. Sejauh ini pembalap Yamaha sangat kuat baik Maverick maupun Rossi. Tapi kami akan terus meningkatkan performa." pungkasnya.
Previous
Next Post »