Jatuhnya Marquez Merupakan Faktor Utama Suksesnya Vinales di GP Argentina


Maverick Vinales kian mencuat namanya di balapan internasional MotoGP tahun ini. Pasalnya, pembalap muda yang musim lalu memperkuat tim Suzuki Ecstar ini, memenangi balapan dalam dua seri sekaligus. Pembalap Movistar Yamaha ini kini bertengger di puncak klasemen sementara MotoGP 2017 bersama dengan rekan setimnya, Valentino Rossi, yang ada di posisi kedua.

Hasil sempurna yang diraih oleh Vinales tidak jauh dari kinerja sang mekanik tim Yamaha Factory Racing, Ramon Forcada. Ia mengaku dirinya terkejut dengan raihan kemengan Vinales dalam dua seri beruntun di GP Qatar dan Argentina. Sebelumnya Forcada meragukan Vinales akan kemampuannya mengelola lomba dengan baik.

Salah satu poin utama Vinales adalah keceptanannya saat perlombaan berlangsung. Itulah yang merupakan kunci utama kemenangannya di Qatar dan Argentna. Akan tetapi, ada faktor lain yang mempengaruhi kemenangannya di Argentina, yakni jatuhnya Marc Marquez di awal lomba.

“Dari apa yang Maverick katakan kepada saya, Marc membuat awal yang sangat baik. Tetapi setela dia membuntutinya dari belakang, Vinales bisa melihat kalau ia bisa mengejarnya,” beber Forcada kepada Movistar.

“Marc mencoba menjauh dengan memacu motornya lebih cepat karena saya iri, dia tahu bahwa Maverick memiliki race pace yang sangat baik, dan untuk itu dia harus membuka sedikit celahnya,” tambah Forcada.

Lantas apa yang kunc utama Vinales memenangi GP Argentina? “Saya pikir itu adalah kombinasi dari keduanya. Tapi tanpa Marquez terjatuh, Maverick akan berusaha sedikit lebih keras, atau bahkan tanpa race pace yang dimiliki Vinales, Marquez tidak akan jatuh. Jadi satu hal yang telah mempengaruhi hal lainnya,”

Forcada yang musim lalu berada dibalik suksesnya Jorge Lorenzo di Yamaha, melanjutkan penjelasannya bagaimana kemampuan Vinales dalam mengatasi tekanan saat balapan.

“Satu-satunya pernyataan yang kami punya di awal adalah bagaimana ia (Vinales) mampu mengelola balapan ketika berada di bawah tekanan. Dalam latihan, lebih atau kurang Anda melaju sendirian di lintasan dan tinggal menggeber motor. Tetapi sekali dalam perlombaan tidak ada kesempatan kedua. Dan kebenarannya adalah melakukannya dengan sangat baik,” ujar Forcada


“Dia (Vinales) sudah menjalani dua lomba yang berbeda. Di Argentina, mungkin manajemen lombanya agak lebih mudah sedikit (dibanding Qatar). Karena Maverick bilang ia hanya berselisih dekat. Namun yang pertama (lomba di Qatar) sangat berbeda, itu adalah balapan yang abnormal. Argentina adalah balapan yang normal, walau diwarnai banyak pembalap terjatuh, lebih kurangnya situasi berjalan normal. So, jadi yang pertama di Qatar adalah menyengangkan.” Pungkas Forcada.
Previous
Next Post »