Forcada: Vinales Masih Tidak Nyaman dengan Motornya

Forcada: Vinales Masih Tidak Nyaman dengan Motornya

Meskipun Maverick Vinales sudah mengantongi dua kemenangan di dua seri sebelumnya di Qatar dan Argentina, pembalap Movistar Yamaha ini nyatanya masih terlihat tidak nyaman dengan motor yang ia gunakan saat ini. Hal ini diungkapkan oleh Crew Chief Movistar Yamaha, Ramon Forcada.

Vinales sukses mendominasi pramusim MotoGP musim ini, kali ini ia melanjutkan dominasi tersebut dengan memuncaki klasemen sementara dengan raihan 50 poin berkat dua kali kemenangannya di seri Qatar dan Argentina.

Terlepas dari dominasinya sampai saat ini, Forcada mengungkapkan bahwa Vinales sangat berusaha dengan keras untuk memaksimalkan kinerja YZR-MI. Terlebih lagi, Forcada menambahkan bahwa Vinales menghindari late breaking agar mendapatkan keuntungan dari kekuatan traksi Yamaha saat keluar tikungan.

“Maverick ingin motor yang mudah dikendarai dan (memiliki) traksi dari Yamaha, yang ternyata seperti Honda dan secepat Ducati,” ucap Forcada, yang dilansir dari Motorsport.com.

“Tapi semua pembalap ingin seperti itu juga. Karena dia tahu itu tidak mungkin, maka dia tidak mengendarai motor dengan cara paling nyaman, melainkan mencoba untuk mengekstrak maksimal dari apa yang ditawarkan Yamaha.

“Dia ingin mengerem terlambat dan lebih keras, dan menikung lebih kencang, seperti Honda. Tapi dia sadar motor ini tidak mungkin. Jadi, dia harus sedikit meniru apa yang dilakukan Jorge (Lorenzo).
Alhasil dari kerja kerasnya itu, Vinales kini lebih cepat ketika melewati tikungan ketimbang dirinya masih di Suzuki. Kekuatan pada motor Yamaha ia gunakan seoptimalkan sehingga dirinya bisa sampai saat ini.

“Sekarang dia lebih cepat di tikungan dibandingkan ketika mengendarai Suzuki. Yamaha didesain untuk mengambil keuntungan itu. Motor (YZR-M1) sangat stabil di bagian belakang dan memiliki banyak traksi ketika keluar tikungan.

“Itu bukan yang dia sukai, itulah bagaimana motor bekerja.”

Walaupun demikian, Forcada mengungkapkan bahwa Vinales masih mempunyai kelemahan. Kelemahannya terletak pada hal start balapan dimana kelemahannya itu harus segera diperbaiki.

“Dia harus memperbaiki startnya, tapi itu hanya soal waktu. Dalam kualifikasi, dia harus membiasakan diri untuk mendapatkan catatan waktu pada lap pertama, bukan kedua,” terang Forcada.

“jika Anda melakukan itu secara reguler pada Sabtu, Anda akan terbiasa melakukannya pada Minggu. Dan jika Anda memiliki start yang bagus, Anda terhindar dari banyak masalah.

“Di MotoGP, jika Anda terjebak (pada start), lima pembalap akan menyalip Anda sebelum tikungan pertama. Dan jika target Anda untuk menang, maka itu akan menyulitkan.” tungkas Forcada.
Previous
Next Post »