Ekspektasi Tim Suzuki Terlalu Tinggi bagi Iannone

Thursday, April 27, 2017

Ekspektasi Tim Suzuki Terlalu Tinggi bagi Iannone
(gambar: motogp.com)

Pembalap tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, gagal meraih poin di dua seri perdana GP Qatar dan Argentina. Di GP Qatar, ia mengalami crash sehingga gagal finis, hal yang sama juga terjadi di GP Argentina yang nihil meraih poin satupun. Namun performa buruknya tersebut mengalami perkembangan di seri ketiga GP Amerika, dimana ia finis di posisi ketujuh. Dengan hasil demikian, Iannone kini mengantongi poin sembilan.

Kecelakaan terjadi di seri pertama sirkuit Losail ketika dirinya bertarung demi memperebutkan posisi kedua. Sementara di sirkuit Termas de Rio Hondo, Iannone dikenai ride-through penalty akibat jump start.

"Tentu saja, dua balapan pertama sangat sulit. Kami tidak pernah kompetitif seperti yang kami inginkan," ujar Iannone sebagaimana dilansir dari Motorsport.

Kegagalan yang terjadi di dua seri sebelumnya telah ia perbaiki dengan finis posisi ketujuh di seri ketiga MotoGP Amerika. Menurutnya, prestasinya itu telah membuat dirinya dan tim mengalami perkembangan walaupun tidak begitu signifikan. Tapi setidaknya, dengan hasil tersebut bisa membuatnya stabil dengan meraih poin.

"Mungkin ekspektasi saya terlalu tinggi. Sekarang kami telah mengurangi sedikit dan mencoba menstabilkan diri, serta membawa pulang apa yang bisa dicapai sekarang." 

"Kami telah memahami apa yang harus diperbaiki, dan kami sedang mencobanya."

Sampai sejauh ini, Iannone dan timnya telah melakukan berbagai tes dengan mencoba finis setinggi-tingginya. Dengan seringnya melakukan pengujian itu telah membuat tim mengalami perbaikan walaupun belum ada perubahan yang drastis.

"Kami menghadapi balapan seperti tes, mencoba finis dengan posisi setingi mungkin. Kami telah melakukan banyak perbaikan, tapi situasi kami belum ada perubahan."

Di klasemen sementar MotoGP musim ini, Iannone kini berada di posisi ke-15 dengan raihan sembilan poin. Ia mengakui bahwa ia kurang puas dengan finis ketujuh di GP Amerika. 

"Tentu saja, saya tidak senang dengan apa yang saya capai, karena kami di sini untuk merebut posisi teratas dan pada saat ini, kami tidak punya alat untuk melakukannya."papar mantan pembalap Ducati tersebut.

"Tapi kami harus melakukannya segera, karena saya ingin bertarung melawan pembalap top di kategori ini."

Pembalap berpaspor Italia itu menambahkan bahwa sektor ketiga di Sirkuit Austin menjadi arena tersulit bagi GSX-RR karena kondisi tangki yang penuh dengan bahan bakar. Namun, pada paruh kedua balapa, berat motornya kian berkurang menjadi ringan.

"Kami sangat efektif pada dua sektor pertama, tapi di sektor ketiga kai kehilangan waktu 0,7 detik per lap" tambahnya.

"Kami kesulitan di sektor ketiga di trek ini, yang mana sangat ketat. Tapi setelah bahan bakar mulai berkurang, motor lebih lincah dan pengereman lebih efektif. Saya juga bisa meningkatkan catatan waktu per lap."

"Sayang sekali kehilangan banyak waktu di belakang Lorenzo, karena mesin Ducati yang sialan itu. Selama bertahun-tahun, saya menikmatinya, dan sekarang itu membuat saya marah." pungkasnya.



8:11 PM