Teknologi Virtual Pit Board Bantu Keselamatan Para Rider

gambar: crash.net

Persaingan panas dan keseruan di kelas premier MotoGP akan segera tersajikan di MotoGP 2017 yang akan segera bergulir. Untuk bisa mencapai suatu tujuan menjadi juara, tentunya setiap pembalap harus memiliki komunikasi yang baik dengan motor yang mereka gunakan. Demi tercapainya hal tersebut, kini MotoGP berencana memperkenalkan teknologi virtual pit board.

Direktur MotoGP, Mike Webb, menyampaikan bahwa pada dasarnya teknologi ini untuk mempermudah tim mengirim pesan kepada pembalapnya. Misalnya untuk memberikan pesan kapan waktu yang tepat untuk masuk ke pit. Selama ini, pembalaplah yang menentukan akan masuk pit atau melanjutkan balapan.

Akan tetapi, teknologi tidak akan diaplikasikan jika pembalap tidak menyetujuinya. Webb menyatakan bahwa sebenarnya teknologi virtual pit board ini sudah siap untuk digunakan, hanya saja sebagian pembalap belum menyetujui penggunaan apikasi ini.

“Teknologi ini sudah siap, tapi kami masih mencari persetujuan dari semua tim, termasuk dari para pembalap. Beberapa tim sudah mengiyakan, tapi ada juga yng menyatakan ‘Kami tak terlalu membutuhkannya’. Jadi kami belum bisa memutuskan.” Ujar Webb yang diwawancarai oleh Crash.

Konten dari teknologi ini merupakan sebuah singkat yang dikirimkan tim ke pembalapnya. Jumlah pesan singkat dala menunya hanya sekitar enam buah.

“Intinya, ini adalah semacam sistem pesan singkat, supaya lebih jelas dan seringkas mungkin. Saat ini, Cuma terdapat sekitar lima hingga enam pesan singkat dalam menunya.” Lanjutnya.

Bukan hanya pesan singkat saja dalam penggunaan teknologi ini, tetapi juga digunakan untuk keselamatan para pembalapnya.


“Sebenarnya saya lebih mengutamakan keselamatan, seperti mengisyaratkan pada para rider tentang perubahan cuaca. Sebab, MotoGP itu bukanlah endurance race, tapi sprint race. Disini, pra pembalap sendirian mengaspal di lintasan di atas sebuah mesin, biasanya bahkan tanpa pitstop. Mereka mengandalkan taktik mereka sendiri berdasar karakteristik lintasannya. Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki pit kru sendiri yang akan memutskan taktik bagi pembalapnya.”punkgas Direktur MotoGP tersebut.
Previous
Next Post »