Pedrosa: Banyak Keanehan Pada Balapan Qatar Kemarin


Hasil race yang telah berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, pada 26 Maret lalu meninggalkan sebuah misteri, yang bahkan mendatangkan keluh kesah bagi setiap pembalap. Jalannya balapan di Losail telah mendatangkan komentar positif setelah race selesai. Namun banyak juga yang berkomentar negatif mengenai jalannya race ini.

Qatar merupakan negara yang sebagian besar daerahnya diselimuti oleh gurun atau padang pasir yang tentunya jarang sekali hujan. Akan tetapi ada yang menarik ketika race mau dimulai, dimana hujan mengguyur kawasan Sirkuit Losail. Cuaca disini yang biasanya terik, namun untuk malam itu mendadak menjadi dingin. Cuca kemarau panjang sudah menjadi hal lumrah di negara ini, tapi saat itu hujan turun lebat hingga menggenangi beberapa bagian sirkuit.

Pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, mengomentari situasi ini. Banyak drama yang terjadi di Losail kemarin, sesi kualifikasi terpaksa harus dibatalkan karena buntut dari cuaca yang buruk. Kemudian ditambah lagi penundaan balapan dan pertambahan waktu pemanasan. Kondisi yang menyulitkan di sirkuit tidak membuat Dani Pedroa untuk tampil tidak maksimal. Justru malm itu ia menampilkan performa terbaiknya ditambah lagi keadaan motor tidak mampu melaju kencang seperti yang dia inginkan. Alhasil, Pedroa hanya mampu finis di posisi kelima.

Perjuangan Dani Perdosa patut diacungi jempol saat balapan berlangsung. Setelah ia mengalami pertarungan sengit dengan Valentino Rossi, Pedrosa harus berusaha menahan laju Aleix Espargano yang saat itu tampil sangat impresif dalam tahap akhir untuk menutup race dan mengunci posisi akhir.

“Aneh, ini adalah balapan yang aneh dari awal, karena kondisi ini dengan hujan dan mulai tertunda. Hasilnya membuat para pembalap sulit untuk tetap focus di setiap saat. Kemudian kita melakukan yang terbaik untuk mengelola balapan, tapi kami banyak menderita dengan ban depan, yang ternyata ban versi medium terlalu lembut  bagi kita,”ujar Pedrosa.

Kesulitan yang ia hadapi tentunya terletak pada ban yang digunakan pada motor Honda. Maslaah ini bukan hanya Pedrosa yang mengalaminya, namun juga rekan setimnya, Marc Marquez, merasakan hal yang serupa. Merupkan hal luar biasa bagi dirinya bisa mengakhiri balapan di posisi kelima dengan kondisi seperti ini.

“Kita tidak bia mendorong secara maksimal seperti yang kita inginkan, yang disebbkan oleh salahnya mmilih ban depan. Dan saya piker bahwa semua Honda memiliki masalah yang sama. Menyimpan kondisi ban untuk membuatnya bertahan hingga akhir race berakhir itu sulit, disamping itu semua kami tidak mampu mendorong lebih maksimal. Lagi pula, itu hanya balapan pertama, kita harus segera berkonsentrasi pada race yang berikutnya mencoba untuk memecahkan masalah ini dan memiliki balapan yang baik di Argentina.”Pungkas Dani Pedrosa.

Previous
Next Post »