Faktor Utama yang Membuat Rossi dan Lorenzo Terpuruk di Sirkuit Phillip Island

gamba: autosport.com

Valentino Rosi mengakui bahwa dirinya tidak nyaman menggunakan ban Mihelin saat melakukan tes pramusim MotoGP hari ketiga di sirkuit Philllip Island Australia. Alhasil, Rossi harus terpuruk di posisi ke-11 dengan catatan waktu 29,470 detik. Ia mengungkapkan bahwa faktor perbedaan suhu dari tes sebelumnya harus dilakukan perubahan.

“Saya mengalami kesulitan dan sama sekali tidak puas dengan performa ban Michelin terutama di bagan depan. Jelas ada perbedan suhu dari seri MotoGP yang dilangsungan Oktober lalu dan Michelin seharusnya tahu itu. Kontur ban Michelin terlalu lembut untuk digunakan dalam suhu 30 derajat celcius,” ujar permbalap 39 tahun tersebut.

Meski Rossi tidak senang dengan hasil yang diperoleh di sirkuit Phillip Island, ia sangat menikmati performa mesin motor YZR-MI yang gunakannya. Walaupun demikian, bagian motor lainnya harus segera dilakukan pembaharuan karena terasa belum maksimal. Sebelum tes pramusim di Qatar dilakukan, tim Movistar Yamaha harus segera melakukan tindakan tersebut demi kenyamanan pembalapnya.

“Saya rasa motor ini memiliki potensi yang luar biasa terutama dengan mesin yang telah diperbaharui. Namun, untuk sisanya saya sama sekai tidak puas. Tes ini memang jauh lebih sulit dari Sepang dimana saya mendapat posisi keenam. Kami harus cepat memecahkan masalah yang ada ketika tes Qatar nanti,” sambung Rossi.

Hari ketiga tes pramusim di Sirkuit Island Australia dirajai oleh rekan setimnya Rossi di Yamaha, Maverick Vinales. Ia menorehkan catatan waktu 1 menit 28,549 detik. Marquez berhasil membuntutinya di belakang kemudian disusul oleh rekan setimnya di Repsol Honda, Dani Pedrosa.

Tidak hanya Rossi saja yang mengalami kesulitan di Sirkuit Island, pembalap anyar Ducati, Jorge Lorenzo pun merasakan hal demikian. Ia juga mengeluhkan performa ban Michelin. Akhirnya Lorenzo harus pasrah dengan berada di posisi kedelapan pada akhir tes.


Sumber: speedweek.com
Previous
Next Post »