Sekilas Meniti Karir Pembalap Muda Berbakat, Maverick Vinales


Maverick Vinales lahir di kota Figueres Spanyol pada 12 Januari 1995. Ia mulai menorehkan prestasi sejak usia dua belas tahun setelah menjuarai kejuaraan Catalan Champion 125cc. Ia berhasil mempertahankan gelar juaranya di tahun berikutnya. Ia menjadi Runner-up kejuaraan CEV Buckler National 125GP di tahun 2009 dengan hanya selisih defisit 4 poin. Tahun itu juga ia memperolah gelar Rookie of the Year. Pada tahun 2010, ia berhasil menjuarai dua kejuaraan sekaligus yaitu CEV Buckler 125GP dan European 125GP champion. Tahun 2011, ia melanjutkan kariernya dengan mengikuti kompetisi kejuaraan dunia Grand Prix 125cc. Ia menjadi pembalap ketiga termuda yang mampu memenangi Grand Prix setelah kemenangannya di sirkuit Le Mans. Ia mengakhiri musim pertamanya di kelas World 125cc dengan duduk di posisi ke-3 klasemen. Gelar Rookie of the Year ia dapatkan kembali dimana usianya pada waktu baru 16 tahun.

Pada tahun 2012 kembali mengikuti kompetisi Worl GP 125cc dimana waktu itu berganti nama menjadi kelas Moto3. Mesin yang digunakan pada Moto3 ini harus mesin empat langkah pada motor yang digunakannya. Regulasi terbaru melarang penggunaan motor bermesin dua langkah. Tahun 2012 ini, ia mengalami performa yang cukup fluktuatif. Namun dengan lima kemenangan yang ia raih membuatnya harus menutup musim dengan menempati klasemen pembalap di posisi ke-3.

Tahun 2013 Vinales mengalami persaingan yang ketat dengan Luis Salom dan Alex Rins demi titel juara Moto3. Namun ia mengahiri musim 2013 dengan manis setelah kemenangan seri terakhir di GP Valencia yang membuatnya jadi juara dunia kelas Moto3.

Di tahun 2014, Vinales kembali dinobatkan sebagai Rookie of the Year setelah menjadi juara dunia kelas Moto2. Tak tanggung-tanggung , ia menjuarai kompetisi dengan kelas yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya di Moto3. Tahun ini merupakan tahun yang paling singkat di Moto2 yang dipenuhi dengan pencapaiannya yang gemilang sepanjang karirnya.

Karena prestasi Vinales yang begit menghuni, membuat Suzuki kebali mengambilnya. Ia akhirnya bergabung dengan Suzuki dan berkompetisi di kelas primier MotoGP. Di musim pertamanya ini, ia masih berada di bawah bayang-bayang setimnya yang berpengalaman. Ia menyudahi musim 2015 dengan finish di posisi ke-12 klasemen.

Tahun 2016 merupakan awal kebangkitan Vinales dan Suzuki. Dengan beberapa pengembangan seperti Seamles GearBox dan mesin baru GSX-RR yang lebih bertenaga. Di seri pembuka Qatar ia mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-6. Di seri kedua Argenina ia gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami low side. Namun kegagalannya ia tebus dengan menyelesaikan GP Prancis sirkuit Le Mans dengan menempati posisi ke-3. Sepanjang musim 2016, Vinales hanya mampu menyelesaikan balapan dengan duduk di posisi ke-10 klasemen.


Musim 2017, Vinales telah resmi bergabung dengan Movistar Yamaha dengan julukan Top Gun. Ia berhasil menorehkan waktu tercepat 1 menit 30,930 detik dengan mengendarai Yamaha YZR-M1 pada pengujian pertamanya. Pengujia kedua, ia berhasil mencatatkan waktu 1 menit 29,975 detik . Ia berhasil mencetakkan waktu di bawah waktu 1 menit 30 detik pada pengujian tersebut. 
Previous
Next Post »