1 KISAH CASEY STONER CILIK DENGAN FOKUS DAN KONSENTRASI TINGGI


Pembalap Motogp memang harus memiliki fokus dan juga konsentrasi tinggi, kalau bisa dibilang kedua faktor tersebut menjadi syarat utama. Memacu sepeda motor dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam sangat tidak mudah, kalau seorang hilang fokus sepersekian detik saja, sesuatu hal yang fatal akan terjadi. 
Nah sekarang saya mau membahas seorang pembalap yaitu Casey Stoner. Kita tahu Casey Stoner adalah salah satu pembalap tercepat dalam sejarah Motogp. Bahkan kecepatan Stoner juga diakui oleh rival-rivalnya. Gaya balap yang kasar tapi rapih dan kebiasaannya sliding di tikungan, membuat kecepatan Stoner sulit ditandingi.
Dengan kecepatan tersebut, tentunya seorang Stoner memiliki konsentrasi dan juga fokus yang sangat tinggi. Saya ingin berbagi satu kisah tentang Casey Stoner dengan konsentrasi dan fokusnya yang tinggi, berikut kisahnya
Casey Stoner ketika itu masih berusia 7 tahun, ia ditemani keluarganya sedang mengikuti sebuah perlombaan balap motor di Maitland, Australia. Nah ditengah-tengah balapan, ada seorang wanita menjatuhkan 2 cincin berliannya secara tidak sengaja. Wanita itu panik dan bahkan menangis, secara yang dijatohin cincin berlian, wkwkwkwkwk.
Semua orang yang sedang menonton balapan pun akhirnya ikut mencari 2 cincin berlian milik wanita itu. Selama berjam-jam semua orang tidak bisa menemukan 2 cincin tersebut karena memang cincin itu jatu di rerumputan yang cukup lebat.
Casey Stoner cilik, yang baru saja menyelesaikan balapan melihat orang-orang yang mencari berlian itu. Stoner pun ikut mencari cincin berlian itu. Tidak butuh waktu lama ia pun bergerak ke tempat tertentu di rerumputan. Ia dua kali membungkukan badan untuk mengambil 2 cincin tersebut dan menyerahkan pada pemiliknya.
Nah, kebayang gak betapa kuatnya konsentrasi dan fokus yang dimiliki seorang Casey Stoner padahal umurnya masih 7 tahun. Orang lain yang sudah dewasa selama berjam-jam tidak mampu menemukan cincin berlian itu, sementara Stoner yang baru selesai balapan bisa langsung menemukannya.
Kisah ini saya ambil dari buku biography Casey Stoner karangan Tom Bapallaz.
Previous
Next Post »