Fenomena Valentinocentris

Fenomena Valentinocentris

Kita harus akui bahwa Motogp kali ini tidak bisa dilepaskan dari nama Valentino Rossi. Hampir 20 tahun berkarier di Motogp, sudah banyak sekali prestasi yang ia raih. Juara dunia di 3 kelas berbeda, pemegang kemenangan terbanyak, podium terbanyak, bahkan fastest lap terbanyak.

Seiring berjalannya waktu, fans Rossi terus bertambah diseluruh penjuru dunia. Skill membalap dan sesi entertaining yang selalu ia peragakan dalam battle-battle dengan pembalap lain pastinya menmikat para pecinta balap diseluruh dunia.

Rossi pun sudah ditetapkan sebagai legenda hidup dan no 46 milik Rossi sudah dipensiunkan. Sangat jarang pembalap mendapat keistimewaan tersebut atau mungkin belum pernah ada sama sekali. Motogp selalu dikaitkan dengan nama Valentino Rossi.

Nah, hal tersebut memunculkan suatu fenomena dimana Valentino Rossi selalu menjadi icon dan acuan di Motogp. Fenomena ini adalah ValentinoCentris. Kalau saya baca dari sebuah web/blog, valentinocentris merupakan sebuah fenomena dimana pengaruh ataupun mitos dari sosok Valentino Rossi yang sungguh besar sekali. Memang sah-sah saja, tapi beberapa pembalap yang notabennya rival Rossi menganggap ini merupakan sebuah masalah.

Prestasi Rossi yang begitu banyak membuat keberadaan pembalap lain di Motogp seakan tersisihkan. Prestasi pembalap lain seakan tidak ada artinya karena selalu dibandingkan dengan Valentino Rossi. Memang prestasi Valentino Rossi sangat sulit untuk dikejar oleh pembalap lainnya. Tapi ini akan menjadi tidak baik kalau prestasi pembalap lain tidak dihargai.

Pembalap lain tentu memiliki fanbase tersendiri, namun tentu saja tidak sebesar Rossi. Banyak hujatan-hujatan yang diterima oleh fans-fans Rossi kepada para rivalnya walaupun banyak juga hujatan kepada Rossi. Kita lihat saja ketika motogp 2015 kemarin, bagaimana insiden Rossi vs Marquez. Baik fans Rossi atau Marquez terus menghujat, tetapi fans Marquez kalah jumlah.

Nah saya akan menunjukkan sebuah insiden, yaitu Jerez 2011. Saya menganggap bahwa fenomena Valentinocentris benar adanya. Valentino Rossi saat itu terjatuh dan ikut menjatuhkan Stoner disebelahnya. Rossi dibantu para Marshall sehingga ia bisa melanjutkan balap, sementara Stoner baru dibantu setelah Rossi selesai dibantu sehingga Stoner tidak bisa melanjutkan balap.



Dengan adanya fenomena ini, Rossi seakan tidak pernah salah. Kalaupun Rossi melakukan kesalahan pasti banyak orang akan membelanya habis-habisan. Ini yang sebenarnya tidak boleh terjadi
Previous
Next Post »